Dikutip dari Laporan Publikasi Bank Indonesia dalam Laporan Perekonomian Provinsi Lampung Bulan Agustus 2025. Secara umum, perekonomian Lampung pada triwulan II 2025 tetap kuat, meski mengalami perlambatan. Perekonomian Provinsi Lampung tercatat tumbuh sebesar 5,09% (yoy), melambat dibandingkan capaian triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,47% (yoy). Pertumbuhan tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan ekonomi nasional, namun masih lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan wilayah Sumatera. Secara nominal, perekonomian Lampung pada triwulan II 2025 berdasarkan ADHB dan ADHK (2010) masing-masing tercatat sebesar Rp134,40 triliun dan Rp76,05 triliun.

Capaian inflasi triwulan II 2025 yang relatif terjaga, tidak terlepas dari sinergi antara Bank Indonesia dengan Pemerintah Daerah melalui TPID dalam mengendalikan harga pangan dan minimnya dampak curah hujan, ditengah tingginya permintaan selama periode HBKN Idul Adha 2025 serta beberapa hari libur nasional dan cuti bersama pada triwulan II 2025. Dalam menghadapi tekanan inflasi ke depan, TPID Provinsi Lampung terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dan instansi terkait dalam melaksanakan langkah pengendalian bersama untuk menjaga stabilitas harga. Hal tersebut dilakukan dalam bentuk pemantauan harga harian dan ketersediaan pasokan melalui pendataan yang akurat serta penguatan Kerjasama Antar Daerah (KAD). TPID Provinsi Lampung turut memantau kelancaran distribusi dan membangun ekspektasi positif masyarakat melalui komunikasi ketersediaan pasokan, rencana pemenuhan pasokan serta himbauan berbelanja secara bijak. Selain itu, sebagai komitmen bersama, KPw BI Provinsi Lampung terus mendukung program swasembada pangan pemerintah sebagai upaya pengendalian inflasi dari sisi suplai.

Prospek Ekonomi Daerah

Ekonomi global 2025 diperkirakan tumbuh 3,0% dan 3,1% pada 2026, lebih rendah dari rata-rata pra-pandemi di tengah ketidakpastian perdagangangan dunia. Pertumbuhan negara maju terbatas (1,5–1,6%), sementara negara berkembang, khususnya India dan Tiongkok, menjadi penopang utama. Indonesia tetap solid dengan pertumbuhan 4,8% pada 2025–2026, ditopang konsumsi, investasi, serta kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif.

Perekonomian Lampung 2025 diprakirakan tumbuh 4,6–5,3%, ditopang konsumsi rumah tangga yang meningkat seiring kenaikan UMP, serta investasi swasta pasca pemilu. Dari sisi lapangan usaha, perbaikan kinerja pertanian dan perkebunan, berlanjutnya proyek konstruksi, serta kuatnya industri pengolahan menopang pertumbuhan, meski risiko perlambatan ekspor akibat ketidakpastian global masih perlu diwaspadai. Inflasi gabungan empat kabupaten kota di Provinsi Lampung pada tahun 2025 diprakirakan tetap terjaga dalam sasaran 2,5±1%.

Redaksi : Sigernesia

Tinggalkan komentar

Quote of the week

“Pekerjaan-pekerjaan kecil yang selesai dilakukan, lebih baik daripada rencana-rencana besar yang hanya didiskusikan.” – Peter Marshall