Bandar Lampung, 25 September 2025 – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah yang ditujukan untuk meningkatkan gizi anak sekolah justru diindikasi menimbulkan masalah di beberapa sekolah. Puluhan siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan yang dibagikan melalui program tersebut.
Kasus ini mencuat pada Rabu siang (24/9), ketika sejumlah siswa di beberapa sekolah mengeluhkan sakit perut, mual, muntah, hingga pusing setelah menyantap makanan MBG. Sebagian dari mereka langsung mendapat pertolongan medis di puskesmas terdekat, sementara beberapa siswa harus dirujuk ke rumah sakit untuk observasi lebih lanjut.
Fakta-fakta Sementara Keracunan MBG
- Jumlah Korban: Berdasarkan data sementara Dinas Kesehatan, tercatat lebih dari 40 siswa dari tiga sekolah mengalami gejala keracunan.
- Gejala yang Timbul: Korban mengalami mual, muntah, pusing, sakit perut, hingga diare.
- Jenis Makanan: Diduga keracunan terjadi setelah siswa mengonsumsi lauk olahan ayam yang disajikan pada paket MBG hari tersebut.
- Penanganan Cepat: Pihak sekolah segera membawa siswa yang terdampak ke fasilitas kesehatan, sementara sisanya mendapat perawatan ringan.
- Investigasi: Dinas Kesehatan bersama Balai POM telah mengambil sampel makanan untuk diuji laboratorium. Hasil resmi penyebab keracunan masih menunggu pemeriksaan.
Tanggapan Pemerintah
Kepala Dinas Pendidikan setempat menegaskan bahwa program MBG akan terus berjalan, namun pengawasan akan diperketat.
“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Program MBG sejatinya hadir untuk meningkatkan gizi siswa. Saat ini kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan BPOM untuk memastikan kualitas makanan agar peristiwa serupa tidak terulang,” ujarnya.
Imbauan kepada Masyarakat
Pemerintah daerah meminta orang tua untuk tetap tenang dan memastikan anak-anak segera mendapat penanganan medis jika mengalami gejala keracunan. Selain itu, pihak penyedia makanan akan dievaluasi secara ketat demi menjamin keamanan pangan dalam program MBG.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena menyangkut program prioritas pemerintah yang diharapkan mampu menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi generasi muda.
Redaksi Sigernesia

Tinggalkan komentar