BANDAR LAMPUNG, 25 Juni 2026 – Kantor Pertanahan Kota Bandar Lampung kembali mempertegas komitmennya dalam peningkatan kualitas pelayanan publik melalui agenda briefing pagi rutin. Kegiatan yang berlangsung di area loket pelayanan ini diikuti oleh seluruh jajaran garda terdepan, meliputi petugas loket pelayanan, petugas verifikator berkas, hingga petugas keamanan (security). Briefing kali ini secara khusus menekankan pentingnya penguasaan teknologi penunjang layanan demi menyajikan informasi yang transparan dan akurat bagi masyarakat.
Petugas loket dan jajaran garda terdepan memegang peranan yang sangat krusial sebagai wajah sekaligus pintu utama informasi bagi pemohon yang datang. Sebagai pihak yang berinteraksi langsung dengan masyarakat, penguasaan materi pertanahan secara mutlak menjadi modal utama agar tidak terjadi disinformasi di lapangan.
Hal ini ditegaskan secara langsung oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Sholin Erbin Mart Rajagukguk, dalam arahannya kepada para petugas. Beliau menyatakan bahwa kompetensi internal petugas adalah kunci utama sebelum mengedukasi masyarakat luas.
“Petugas loket, verifikator, hingga security adalah garda terdepan informasi pemohon dan masyarakat langsung. Sebelum kita memberikan informasi yang akurat kepada pemohon, kita sendiri yang harus menguasai semua informasi pertanahan tersebut tanpa ragu. Jika petugasnya saja tidak paham, bagaimana kita bisa memberikan pemahaman dan solusi yang jelas untuk masyarakat? Segala aspek regulasi dan layanan operasional harus sudah di luar kepala,” tegas Sholin Erbin Mart Rajagukguk.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi Survei dan Pemetaan, Agung Mulya Utama, S.ST., M.H., yang turut memberikan penguatan materi, menyoroti secara khusus digitalisasi layanan melalui aplikasi Sentuh Tanahku. Aplikasi unggulan milik Kementerian ATR/BPN ini wajib dikuasai secara mendalam oleh setiap petugas, baik secara fungsi, fitur, maupun teknis penggunaannya.
“Kementerian ATR/BPN telah menghadirkan aplikasi Sentuh Tanahku untuk mempermudah masyarakat. Seluruh petugas wajib menguasai penuh dari segi fitur dan cara penggunaannya. Kita harus mampu memandu dan menjelaskan aplikasi ini secara detail kepada pemohon, mulai dari cara cek berkas, plot bidang tanah, hingga kuota antrean online. Dengan penguasaan teknologi yang matang, kita dapat memberikan informasi yang lengkap, akurat, dan mendorong masyarakat untuk beralih ke layanan digital secara mandiri,” ujar Agung Mulya Utama.
Melalui penegasan dalam briefing pagi ini, Kantor Pertanahan Kota Bandar Lampung berharap kualitas kompetensi petugas garda terdepan semakin solid. Langkah penyelarasan pemahaman ini diharapkan mampu memangkas waktu tunggu di loket, mengeliminasi potensi kekeliruan informasi, serta mengoptimalkan kepuasan masyarakat Bandar Lampung menuju pelayanan publik yang modern, profesional, dan terpercaya. (MRM/KM/AY)

Tinggalkan komentar